tugas kuliah: makalah kesantunan berbahasa indonesia dalam lagu”jupe paling suka 69″

BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan sebagai alat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi secara tidak langsung yakni dalam bentuk tulisan. Pada dasarnya bahasa merupakan ungakapan ekspresi karena dengan bahasa manusia dapat menyampaikan isi hati dan berkomunikasi dengan sesamanya.
Bahasa Indonesia merupakan bahasa terpenting di negara Republik Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa Negara yang telah ditetapkan dan dikukuhkan dalan Sumpah Pemuda tahun1928 dan UUD 1945, BAB XV pada pasal 36.
Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan bangsa, identitas nasional dan alat perhubungan antar daerah. Fungsi bahasa Indonesia sebagai sebagai bahasa negara adalah sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar dunia pendidikan, alat perhubungan tingkat nasional, alat pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Bahasa juga digunakan dalam sebuah lirik lagu, di dalam penulisan lirik lagu bahasa Indonesia sering kita jumpai beberapa lirik yang dianggap keluar dari norma dan kesantunan berbahasa Indonesia. Dalam kesantunan berbahasa ada beberapa teori yang mendasari, yaitu teori Lakoff, teori Yueguo Gu teori Pranowo dan teori Grice. Pada makalah ini penulis akan membahas tentang kesantunan di dalam lirik lagu Julia peres(Jupe) dengan menerapkan teori Yueguo Gu.

1.2 Rumusan Masalah

Di dalam pembuatan lirik lagu, bahasa Indonesia merupakan sebuah karya seni, namun hal ini seharusnya tidak menghilangkan aturan dari kesantunan berbahasa Indonesia itu sendiri. Di dalam makalah ini akan mengkaji kesantunan dari lirik lagu Julia peres yang berjudul “Jupe paling suka 69”
1. Apakah lirik lagu tersebut sudah sesuai dengan norma yang ada di masyarakat Indonesia.
2. Apakah lirik lagu tersebut sudah memenuhi kesantunan berbahasa dari aturan teori Gu.
3. Apa dampak dari lirik lagu tersebut bagi masyarakat.
4. Apakah sangsi yang diberikan masyarakat dari dampak yang ditimbulkan.

1.3 Tujuan

2. Mengetahui apakah lirik lagu tersebut sesuai dengan norma masyarakat Indonesia.
3. Mengetahui apakah lirik lagu tersebut memenuhi kesantunan bahasa dari aturan teori Gu
4. Mengetahui dampak yang ditimbulkan didalam masyarakat.
5. Mengetahui sangsi yang diberikan dari masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Difinisi Kesantunan

Kesantunan (politeness), kesopan santunan atau etiket adalah tatacara, adat, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingga kesantunan sekaligus menjadi prasyarat yang disepakati oleh perilaku sosial. Oleh karena itu,kesantunan ini biasa disebut tatakrama.

Berdasarkan pengertian tersebut, kesantunan dapat dilihat dari berbagai segi dalam pergaulan sehari- hari.

Pertama, kesantunan memperlihatkan sikap yang mengandung nilai sopan santunatau etiket dalam pergaulan sehari- hari. Ketika orang dikatakan santun, maka dalam diri seseorang itu tergambar nilai sopan santun atau nilai etiket yang berlaku secara baik dimasyarakat tempat seseorang itu mengambil bagian sebagai anggotanya. Ketika dia dikatakan santun, masyarakat memberikan nilai kepadanya, baik penilaian itu dilakukan secara seketika (mendadak) maupun secara konvensional (panjang, memakan waktulama). Sudah barang tentu, penilaian dalam proses yang panjang ini lebih mengekalkan nilai yang diberikan kepadanya.

Kedua, kesantunan sangat kontekstual, yakni berlaku dalam masyarakat, tempat atau situasi tertentu, tetapi belum tentu berlaku bagi masyarakat, tempat atau situasi lain.Ketika seseorang bertemu dengan teman karib, boleh saja dia menggunakan kata yang agak kasar dengan suara keras, tetapi hal itu tidak santun apabila ditujukan kepada tamu atau seseorang yang baru dikenal. Mengecap atau mengunyah makanan dengan mulut berbunyi kurang sopan kalau sedang makan dengan orang banyak di sebuah perjamuan,tetapi hal itu tidak begitu dikatakan kurang sopan apabila dilakukan di rumah.

Ketiga, kesantunan selalu bipolar, yaitu memiliki hubungan dua kutub, sepertiantara anak dan orangtua, antara orang yang masih muda dan orang yang lebih tua, antaratuan rumah dan tamu, antara pria dan wanita, antara murid dan guru, sebagainya.

Keempat, kesantunan tercermin dalam cara berpakaian (berbusana), cara berbuat (bertindak) dan cara bertutur (berbahasa).
Dari pengertian kesantunan tersebut akan dikaitkan dengan teori kesantunan berbahasa dari Gu

2.2 Teori Gu(1990)

Prinsip kesopanan Yuego Gu berdasar pada nilai kesantunan orang Cinayang mengaitkan kesantunan dengan norma-norma masyarakat yang bermoral.Kesantunan dalam masyarakat Cina terikat pada sangsi yang akan diberikan olehmasyarakat apabila kesantunan itu dilanggar dan bersifat perspektif.

Teori kesantunan ini menekankan pada pemenuhan harapan masyarakat mengenaisikap hormat, kerendahan hati dan ketulusan. Sehingga perilaku individu disesuaikan dengan harapan tersebut. Kesantunan yang dianut di negara Cina hampir mirip dengan norma-norma sopan santun yang ada pada masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia juga masih menjunjung nilai kesantunan. Terutama di daerah pedesaan dan dikota-kota kecil. Apabila ada seseorang yang melanggar norma maka orangtersebut juga akan mendapat sanksi dari masyarakat. Sanksi yang biasa diterapkan adalah digunjingkan atau dikucilkan oleh masyarakat. Norma yang harus dipenuhi tidak hanya terbatas pada perilaku tetapi juga pada tutur kata.Apabila ada seseorang tidak santun dalam penggunaan bahasa maka orangtersebut akan dianggap tidak sopan dan akan dicap sebagai orang yang kasar dantidak baik. .Hal tersebut masih sangat terasa di kota-kota kecil dan pinggiran. Karena orangtua dan lingkungan mengajari untuk menggunakan bahasa yangsantun. Berbeda dengan lingkungan di kota besar yang masyarakatnya cenderung tak acuh dan banyak orang tua yang kurang memperhatikan tingkah laku anak-anaknya. Sehingga banyak anak dan remaja yang tidak mengetahui cara berbahasa Indonesia yang santun

Berdasarkan kesantunan orang Cina, yaitu mengaitkan kesantunan dengan norma-norma kemasyarakatan yang bermoral. Bersifat preskriptif dalam konsep Cina limao (politeness) dan terikat pada ancaman sangsi moral dari masyarakat.

1. Nosi muka (face) di dalam konteks cina tidak dianggap sebagai keinginan (want) psikologis, tetapi sebagai norma-norma kemasyarakatan.
2.Kesantunan tidak bersifat instrumental tetapi bersifat normatif.
3.Muka tidak terancam jika keinginan individu tidak terpenuhi, namun terancam jika individu gagal memenuhi standar yang ditentukan masyarakat.
Perilaku individu harus disesuaikan dengan harapan masyarakat mengenaisikap hormat (respectfulness), sikap rendah hati (modesty), sikap hangat dan tulus(warmth and refinment).
Ada empat maksim dalam teori Gu:
a.Maksim denigrasi diri yaitu menuntut penutur untuk merendahkan diri danmeninggikan orang lain.
b.Maksim sapaan yaitu sapalah lawan bicara anda dengan bentuk sapaan yangsesuai.
c.Maksim budi pertimbangan keuntungan nyata pada diri mitra tutur.
d.Maksim kedermawanan yaitu tindak saling menjaga kesantunan atau pertimbangankeuntungan antara penutur dan mitra tutur.

Dari teori tersebut kita akan mulai mengkaitkan dengan lirik lagu berjudul jupe paling suka 69,

2.3 Lirik Lagu

Jupe Paling suka 69
Kau elus-elus tubuhku
Kau belai-belai rambutku
Terpejam-pejam mataku
Aduh aduh aduh nikmatnya
Duh aduh aduh asiknya
Desah indahmu menusuk kalbu
Kau elus-elus tubuhku
Kau belai-belai rambutku
Oh yes sungguh nikmatnya
Oh yes sungguh bahagia
Suka suka jupe paling suka
Kasih sayangmu luar biasa
Gairah cinta 69
Suka suka jupe paling suka
Kau buat aku tak berdaya
Gairah cinta pun membara
Halus halus halusnya selembut sutra
Irama gaya kamasutra ala india
Kau elus-elus tubuhku
Kau belai-belai rambutku
Oh yes sungguh nikmatnya
Oh yes sungguh bahagia
Suka suka jupe paling suka
Kasih sayangmu luar biasa
Gairah cinta 69
Suka suka jupe paling suka
Kau buat aku tak berdaya
Gairah cinta pun membara
Halus halus halusnya selembut sutra
Irama gaya kamasutra ala india

Kita tahu bahwa negara Indonesia adalah negara yang menganut budaya ketimuran, dimana masyarakatnya dikenal ramah, sopan, murah senyum bertutur kata halus, hal ini di dukung oleh mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam. Bila kita cermati lirik lagu diatas, isi dari kalimat dalam lirik lagu tersebut tidaklah sesuai dengan budaya masyarakat kita, kata yang dipergunakan terlalu vulgar dan tidak sopan.
Berkaitan dengan teori kesantunan dari Gu, kalimat dalam lirik lagu tersebut masuk dalam kriteria kalimat yang tidak sopan dan tidak menunjukan kesantunan. Seperti contoh pada penggalan lirik
kau elus-elus tubuhku
kau belai-belai rambutku
terpejam-pejam mataku
aduh aduh aduh nikmatnya
duh aduh aduh asiknya
kemudian adanya kata kamasutra dan angka 69, yang kita tahu ini adalah istilah yang digunakan oleh kalangan dewasa di dalam hubungan suami istri.
Dampak yang diakibatkan di masyarakat lebih pada dampak psikologis yang dikhawatirkan terjadi pada anak-anak, hal ini karena kalimat dalam lirik lagu tersebut dtujukan untuk orang dewasa bukan untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Anak bisa salah memahami dan terlalu cepat mendapatkan sesuatu hal yang seharusnya belum saatnya mereka tahu, karena sebuah lagu sangat cepat bisa diterima dan memiliki pengaruh yang besar.
Lagu yang berjudul jupe paling suka 69 ini mendapatkan reaksi negatif untuk masyarakat, terbukti dengan di cekalnya lagu ini oleh pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hal ini karena memang lirik lagu tersebut tidaklah cocok dengan norma dan kesantunan berbahsa Indonesia di masyarakat.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Bahasa merupakan bagian utama dari sebuah komunikasi, kesantunan dalam berbahasa sangatlah penting dan harus di jaga. Didalam berkomunikasi hendaknya menggunakan bahasa yang sopan, dan mengikuti norma-norma yang berlaku di masyarakat. Begitu juga dengan penggunaan bahasa dalam sebuah karya seni, bahasa yang digunakan harus memperhatikan kesantunan kalimat yang digunakan.
3.2 Saran
Dengan adanya makalah ini, diharapkan bisa bermanfaat untuk semua pihak, penyusun berharap makalah ini bisa berguna untuk menambah ilmu pengetahuan.
Dalam penulisan makalah ini, banyak sekali kekurangan. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca khususnya dari Bapak Moh. Fatoni selaku dosen Bahasa Indonesia. Mohon maaf juga apabila isi dari makalah ini mungkin kurang berbobot atau memiliki banyak kesamaan dengan makalah lain, karena sumber yang saya peroleh dari internet.

DAFTAR PUSTAKA
Marlina. 2011. Makalah kesantunan dalam berbahasa. http://blog.ub.ac.id/marlinasipayung/2012/06/11/makalah-kesantunan-dalam-berbahasa/ diakses tanggal 15 juni 2012
Liriklaguindonesia. 2011 lirik lagu Julia perez jupe paling suka 69 lyrics http://liriklaguindonesia.net/julia-perez-jupe-paling-suka-69.htm diakses tanggal 15 juni 2012

3 responses to “tugas kuliah: makalah kesantunan berbahasa indonesia dalam lagu”jupe paling suka 69″

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s